Selasa, 20 Agustus 2013

Sehatnya Makanan Organik Bagi Kehamilan Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Anda tentu sering melihat aneka jenis makanan berlabel organik di pasaran. Konon, makanan jenis ini lebih sehat. Untuk ibuhamil juga?

Intervensi bahan kimia buatan belakangan ini makin merusak alam dan mencemari lingkungan di berbagai belahan bumi. Ujung-ujungnya, ya kembali ke manusia juga. Yang paling nyata adalah, dapat merugikan kesehatannya.

Itu sebabnya, dari hari ke hari makin banyak orang yang menyadari untuk kembali berpola hidup selaras dengan hukum alam. Di antaranya, mengonsumsi makanan berlabel organik, termasuk juga para ibu hamil.

Arti makanan organik. Hukum yang berlaku di alam adalah: setiap organ melayani organisme, sedangkan setiap organisme melayani dan memelihara organnya. Ini berarti, setiap organ memiliki peran dan fungsi tersendiri untuk menunjang kepentingan sistem dalam organisme secara keseluruhan. Dengan begitu, terciptalah sistem yang harmonis, selaras, dan berkelanjutan di dalam organisme, dan juga seluruh alam semesta.

Prinsip inilah yang digunakan dalam memproduksi dan memroses makanan organik. Dalam pemrosesannya, keseimbangan alam memang selalu dijaga dan diperhatikan. Salah satu caranya, dengan tidak menggunakan pestisida, herbisida, fungisida, dan bahan kimia sintetis lainnya. Sebab, bahan kimia sintetis hanya bersifat merugikan dan merusak keharmonisan alam saja. Makanya, pada tanaman organik, digunakan pupuk kompos atau pupuk kandang dari kotoran hewan. Sebenarnya, seluruh komponen yang ada di alam mengandung semua komponen yang diperlukan tanah, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. 

Lalu, makanan apa yang termasuk organik? Tidak hanya berupa sayuran dan buah-buahan saja, namun juga beras, telur, daging, susu, produk olahan susu, dan lain-lain. Asal dalam proses produksi,  selalu diusahakan agar tidak ada kontak dengan bahan kimia buatan. Atau, paling tidak diminimalkan!

Pasti lebih sehat! Dari proses tanam dan pengolahan makanan organik terlihat kalau makanan ini baik bagi kesehatan. Apa benar? Ya. Karena, kalau kita bisa meminimalkan jumlah zat asing yang masuk ke dalam tubuh, sel-sel tubuh jelas akan lebih sehat. Secara otomatis, tubuh kita juga jadi lebih sehat

Nah, kondisi tubuh yang sip ini bisa jadi modal yang baik saat Anda berencana memiliki keturunan. Apalagi, kemungkinan tubuh yang sehat untuk menghasilkan bibit yang berkualitas baik memang akan jauh lebih besar. 

Efek racun, tidak langsung. Pengaruh benda asing terhadap kerja sistem metabolisme tubuh ibuhamil memang tak beda jauh dengan mereka yang tidak hamil. Hanya saja, tubuh Anda saat hamil biasanya lebih sensitif. Selain itu, ada periode dimana tumbuh kembang janin berlangsung sangat cepat. Masalahnya, begitu ada benda asing yang mengganggu, proses tumbuh kembang janin bisa terhambat. Nah, dampaknya pada metabolisme tubuh ibu, bisa diperbaiki dengan berpola makan sehat. Bagaimana dengan janin? Sayangnya, tidak bisa diperbaiki lagi. 

Meski begitu, tentu saja, semua dampak negatif dari pestisida dan zat asing lainnya terhadap kesehatan tubuh tidak segera muncul. Contohnya, setelah makan apel yang kulitnya beresidu pestisida, Anda tidak langsung kena kanker! Efek racun dari pestisida dan zat asing baru akan muncul beberapa tahun, bahkan mungkin puluhan tahun kemudian. Yaitu, setelah akumulasi yang terjadi sudah tidak dapat ditolerir lagi oleh sistem pertahanan tubuh

National Academy of Science, Amerika Serikat, pernah melaporkan, jenis pestisida yang banyak digunakan di seluruh dunia, yakni organokhlorin, organofosfat, serta kombinasinya, dalam jangka panjang terbukti menyebabkan gangguan hormon, kecacatan janin, kerusakan sistem saraf, kanker, dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Jadi, jelas Anda sebaiknya hati-hati.

Senin, 19 Agustus 2013



Revolusi Organik


Gaya Hidup Organik, Harapan Baru Bagi Abad Ke-21
Seiring dengan konsekwensi dari gaya hidup organik berpolusi nol menjadi suatu tren global yang signifikan, ketersediaan produk-produk organik meningkat dengan pesat. Kita semua mencari kesehatan dan kebahagiaan hidup. Hidup dengan gaya hidup organik akan membantu kita mencapainya. Dan lagi, hal itu sangatlah sederhana.

Kembali ke alam,
Minum air bersih,
Nikmati sinar matahari yang cukup,
Hirup udara segar,
Lakukan olahraga yang sesuai,
Ketahui cara mengurangi stres,
Hidup harmonis dengan sesama,
Jauhi rokok, alkohol dan narkoba dan,
Konsumsi produk-produk organik tanpa polusi.Seseorang bisa menerapkan hal-hal tersebut dalam hidupnya sehingga tak pelak lagi orang itu akan memiliki hidup yang sehat, yang merupakan praktek kesehatan bagi semua orang untuk membangun sebuah keluarga yang sehat.
Revolusi Gaya Hidup Organik

Gaya Hidup Organik Polusi Nol telah menjadi sebuah tren global, produk-produk organik telah menjadi sesuatu yang umum, dan harus kita makan setiap hari untuk menjaga kesehatan. Makna polusi nol yang sesungguhnya bukanlah sebuah penyembuhan melainkan untuk menjaga fisik kita tetap sehat. Karena dengan memakan makanan yang tak terkontaminasi, misalnya makanan organik, akan menghasilkan pembersihan tubuh dan menghilangkan racun. Hal ini penting untuk mempertinggi sistem kekebalan tubuh kita dan menjaga fungsi normal organ-organ tubuh dan menjauhkan kita dari penyakit-penyakit modern. Beragam studi menunjukkan bahwa kehidupan manusia seharusnya mencapai lebih dari 100 tahun namun sebagian besar orang gagal mencapai standar ini. Alasan utamanya adalah karena manusia memakan terlalu banyak makanan beracun, yang dipasangkan dengan diet kaya naun tidak berimbang yang mungkin saja menyebabkan kerusakan fungsi kekebalan tubuh. Setelah Perang Dunia Kedua, penyelahgunaan bahan-bahan kimia, pestisida, insektisida dan bahan pengawet telah memicu munculnya berbagai penyakit modern.
Demi Pendekatan Kesehatan, Bersahabatlah Dengan Alam!

Definisi dari Naturopati adalah kecaman konstruktif untuk menggunakan makanan alami, bebas dari polusi dan bahan pengawet, misalnya : sayuran organik, buah organik, daging organik, herbal organik, biji-bijian dan makanan unggas organik dan sebagainya. Sebagai tambahan, naturopati atau penyembuhan alami telah dikenal sebagai bagian dari "gaya hidup berpolusi nol", yang berpasangan dengan udara alami, sinar matahari, air dan faktor-faktor lain yang akan merawat tubuh menuju pada kesembuhan dan sebagai upaya pencegahan diri dari berbagai penyakit kronis. Hal ini tentu saja tidak termasuh penyakit warisan genetis dan penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor luar. Para peneliti menunjukkan bahwa kita bisa mencegah penyakit dengan cara diet berimbang dan gaya hidup organik.
MENGAPA ORGANIK
  • Mengurangi bahan kimia berlebih dan residu bahan kimia di air minum, jalan-jalan air dan daerah-daerah pantai. Bahan kimia berlebih merupakan penyebab utama berkurangnya kehidupan, tumbuhan dan binatang laut.
  • Mengembalikan kesuburan tanah untuk lahan pertanian yang produktif dan aman. Sistem pertanian organik berdasarkan pada prinsip regenerasi lahan dan tanah dan praktek lingkungan hidup terbaik.
  • Meningkatkan biodiversitas dan menyelamatkan habitat binatang asli dari kepunahan. Selama beberapa dekade para ilmuwan di seluruh dunia mengangkat studi dnegan kesimpulan yang jelas bahwa pertanian organik secara signifikan mendukung biodiversitas.
  • Menjaga integritas makanan. Organik yang bersertifikasi memberikan jaminan bahwa produk-produknya telah ditumbuhkan, ditangani, dikemas dan didistribusikan, dengan menghindari resiko pencemaran produk hingga ke tempat penjualan. Sebuah jalinan utuh yang terjaga dalam mata rantai.
  • Membantu memperbaiki perubahan iklim. Pertanian dituduh sebagai hal yang bertanggung jawab terhadap 30 persen pemanasan global melalui emisi CO2-nya, meskipun demikian perubahan pada pertanian organik bisa mengembalikan CO2 ke tanah dalam bentuk humus. Sebuah proyek penelitian selama 23 tahun memperlihatkan bahwa kalau saja 1000 pertanian skala menengah berubah menjadi produksi organik, karbon yang tersimpan dalam tanah akan sepadan dengan mengambil 117 dari 440 mobil dari jalanan tiap tahunnya.
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menghilangkan pupuk nitrogen sintetis.
  • Menghindarkan dari memakan dua kilogram zat aditif makanan tiap tahunnya. Banyak zat aditif makanan dihubungkan dengan gejala seperti reaksi alergi, ruam, sakit kepala, asma, penghambat pertumbuhan dan hiperaktif pada anak-anak.
  • Hindari GMO. Pengujian independen mengenai efek kesehatan jangka panjang dari makanan-makanan GMO pada manusia belum selesai.
  • Menurunkan insiden masalah perkembangan saraf (neuro) pada anak-anak, mungkin termasuk ADHD dan autisme. Perkembangan saraf abnormal pada anak-anak bisa disebabkan atau menjadi semakin buruk dengan kelahiran prematur dan kehidupan masa awal yang terkespos kepada pestisida dan bahan-bahan kimia yang mencemari makanan kita.
  • Memberi nutrisi kepada bayi akan membangun pertahanan yang berguna bagi kesehatan mereka di masa depan. Sembilan puluh persen produk olahan susu dan daging dari sumber-sumber organik telah terbukti meningkatkan level asam lemak pada ASI.