Adalah lumrah jika kita mengejar kejayaan demi sebuah kehidupan yang lebih berkecukupan. Menjalani hidup tanpa kekhawatiran akan kurangnya uang dan kebutuhan lainnya. Namun sayang, jika sudah susah payah mengumpulkan kekayaan tanpa memperhatikan kesehatan, maka suatu hari nanti kita akan berakhir dengan menghabiskan kekayaan demi mendapatkan kesehatan. Hidup menjadi lingkaran penderitaan yang berkaitan dengan berbagai penyakit. Jika itu terjadi, dimanakah kualitas hidup yang kita kejar sebelumnya?

Dan saat kondisi terbaring sakit biasanya kita sadar, bahwa kita tidak memperhatikan kesehatan dengan baik, tapi justru merusaknya. Baik dari tindakan hingga pola hidup kita. Salah satunya adalah pola makan.

Benar, makanan memang sangat dibutuhkan manusia untuk hidup. Namun berbicara mengenai makanan, saat ini sudah bergeser dari sekedar kebutuhan menjadi gaya hidup. Khususnya di Indonesia, dengan keaneka ragaman kulinernya. Tapi.. kita bisa saksikan, bahwa makanan yang ada saat ini justru telah membangun ketakutan dan kekhawatiran manusia akan rekayasa genetik, tambahan bahan-bahan kimia berbahaya bagi tubuh seperti: formalin, pestisida, boraks, hormon pertumbuhan, dan lainnya yang sering kita jumpai di media televisi.

Dan saat melihat tayangan tersebut, seringkali timbul pertanyaan, "terus kita mau makan apa..?".

Ketika kita sadar bahwa sudah sulit memilih makanan & minuman yang sehat, yang layak untuk dikonsumsi secara terus menerus saat ini, maka kami PT. Melilea International sebagai perusahaan yang telah memposisikan diri sebagai perusahaan perintis organik, dan telah menjadi perusahaan organik terbesar di dunia saat ini, bukan saja memberikan wacana bahwa makanan saat ini sudah sedemikian berbahaya, namun juga memberikan solusi terbaik yaitu dengan menyiapkan produk makanan dan minuman 100% organik tanpa pencemaran yang khasiatnya telah dibuktikan oleh banyak orang. Sesuai dengan tema atau misi Melilea yaitu “Transform Your Life” atau Transformasi Hidup Anda. Dan salah satu pilar dari transformasi di Melilea adalah transformasi kesehatan.


Makanan Bisa Menjadi Obat Terbaik, Benarkah?

Bagaimana mungkin makanan bisa menjadi obat terbaik bila sumber datangnya makanan itu sendiri saja sudah berbahaya atau bermasalah..!


Hampir seluruh sayuran dan buah yang kita makan setiap hari, dihasilkan dari pola pertanian yang sarat menggunakan pestisida. Setiap kali pestisida disemprotkan ke sayuran ataupun buah, maka residu itu akan terbentuk, bukan saja di kulit bagian luar, namun juga di dalam daging dari buah maupun sayuran. Dan residu pestisida adalah pelaku utama terjadinya kerusakan sel, yang akhirnya berakibat pada kanker, tumor, masalah hormon, dan lain-lain.

Jika makanan itu berupa daging, maka hampir seluruh peternak di dunia ini menggunakan hormon pertumbuhan yang dicampurkan di dalam makanan hewan ternak mereka, agar hewan ternak cepat besar dan dapat dijual. Sayangnya, hormon pertumbuhan yang masuk ke dalam tubuh hewan ternak tidak akan hilang, meskipun setelah dipanaskan diatas suhu 100 0C. Sehingga saat kita memakan daging hewan ternak tersebut, hormon pertumbuhan akan masuk ke dalam tubuh kita. Akibatnya akan terjadi ketidakseimbangan hormon yang akan mengarah pada penyakit berhubungan dengan rahim, kanker payudara, hingga ke masalah prostat pada laki-laki.

Begitu juga dengan sumber air yang sudah terkontaminasi limbah, sehingga hasil perikanan banyak mengandung merkuri dan limbah bahan kimia lain.

Belum lagi tambahan bahan-bahan kimia pada makanan dan minuman seperti pengawet, penyedap, perasa, pewarna, pemanis buatan, dll. Sehingga, seluruh makanan dan minuman itu, saat kita konsumsi akan meninggalkan residu bahan-bahan kimia di dalam tubuh kita. Meskipun ukurannya sedikit dan mungkin masih diperbolehkan, namun bahan-bahan kimia ini akan terakumulasi dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, sehingga secara perlahan namun pasti akan manjadi racun dan merusak seluruh sistem tubuh kita.

Dan bagian awal atau benteng pertahanan pertama yang akan terserang terlebih dulu adalah sistem pencernaan yaitu kolon.

Coba Anda bayangkan, bahwa rata-rata panjang usus manusia mencapai 6 x tinggi badan. Hal ini akan beresiko mempermudah terjebaknya kotoran khususnya di bagian usus besar. Jika Anda kurang mengkonsumsi serat tinggi, paling tidak ada 2 s.d 4 kg kotoran yang sudah membusuk dan tidak terbuang (toksin). Parahnya kotoran tersebut akan menjadi cadangan energi tapi sangat beracun bagi tubuh kita. Sehingga berakibat munculnya penyakit yang sulit disembuhkan.
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Sumber daripada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit...”

Seorang ahli internis ternama, Dr. Harvey W. Kellog. Semasa karirnya telah memeriksa lebih dari 22.000 pasien. Beliau menemukan bahwa 94% seluruh pasien yang pernah ditanganinya memiliki satu persamaan, yaitu kondisi permasalahan usus.

Dr. Mal Nikoff (Pakar Pathology) Peraih Nobel mengatakan “Makanan yang tersumbat dalam sistem perut akan bertukar menjadi bahan buangan yang berbahaya yang secara tidak langsung meracuni tubuh kita, lalu mendatangkan penyakit dan mempercepat penuaan”

Garis pertahanan tubuh ke 2 yang akan teracuni adalah sistem penyaringan (liver, ginjal, rahim, kulit). Satu ciri sederhana ketika organ penyaringan kita, seperti liver sudah mulai bermasalah, karena adanya endapan toksin, maka mata dan tubuh kita tidaklah harus terlihat berwarna kuning, tapi biasanya kita akan terasa ngantuk di jam 9 atau 10 pagi, serta mudah capek.

Kemudian sistem pertahanan tubuh terakhir yang akan teracuni berikutnya yaitu sistem endokrin. Seperti kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, kelenjar pankreas, adrenal, ovari, dll.
Pada titik tersebut, biasanya manusia berikhtiar mencari solusi terbaik, namun terjebak dalam situasi yang semakin sulit. Mereka dipaksa oleh keadaan untuk “mengobati” dirinya dengan berbagai jenis obat-obatan.

Dan akhirnya akan menjadi sebuah “lingkaran setan” yang tiada sudahnya. Dimana satu kondisi diperburuk dengan kondisi lainnya. Sehingga dapat kita lihat, tingkat pertumbuhan penyakit yang semakin tinggi, meskipun penemuan obat-obat baru yang mencapai ribuan jenisnya saat ini.

Sampai disini semoga kita mulai memahami, bahwa kunci awal untuk mempertahankan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup, cara terbaiknya adalah memutus mata rantainya. Yaitu menghilangkan unsur dasar terjadinya penyakit. Setujukah Anda, jika memang sudah jelas makanan yang menjadi sumber masalah, mengapa bukan kualitas makanannya saja yang diperbaiki...?

Atas dasar tersebut, sudah sepatutnya manusia mulai berpaling dari sumber makanan yang banyak mengadung pencemaran kepada sumber makanan yang alami, yang mampu menjaga keseimbangan secara maksimal di dalam tubuh kita, sehingga benar-benar makanan itu akan menjadi obat terbaik bagi tubuh. Dan makanan yang terbaik tidak ada pilihan, selain makanan organik.
“Statistik Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara konsisten menunjukkan bahwa populasi yang makanannya kaya daging dan protein hewani seperti Eskimo, Greenlander, Laplander, dan suku Kurgis Rusia memiliki harapan hidup yang pendek. Sebaliknya suku seperti Bulgaria, Kaukasia Rusia, Indian Yukatan, Todas-India Timur, dan Hunza mengkonsumsi makanan yang jumlah proteinnya lebih rendah dan bersumber dari produk nabati mempunyai harapan hidup rata-rata 90 sampai 100 tahun dan sehat. Dan bukan hanya bersumber dari nabati melainkan makanan yang mereka konsumsi adalah organik yang bebas dari pencemaran.”

Meskipun produk-produk organik seperti beras, sayur, buah, telur, daging organik, dan produk organik lainnya bisa kita jumpai di pasaran, tapi permasalahan yang muncul berikutnya adalah, mampukah produk-produk organik tersebut menjadi solusi terbaik untuk sehat?

Percayalah, ketika residu bahan-bahan kimia terlanjur masuk, menyebar ke seluruh organ tubuh dan meracuninya, bisa berasal dari obat-obatan, makanan, minuman, serta polusi udara dari asap rokok dll, maka produk-produk organik yang ada, bisa jadi belumlah cukup dikatakan sebagai makanan yang sekaligus berfungsi sebagai obat terbaik. Mengapa demikian? Karena, produk-produk organik tersebut, baru sebatas makanan alternatif bebas kimia saja, belum mampu mengeluarkan racun yang terlanjur sudah menyebar di tubuh kita. Apalagi berfungsi sebagai obat yang mampu membantu mempercepat penyembuhan penyakit. Disamping itu juga, harganya pun pastinya jauh lebih mahal, bukan?

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, kami Duta Organik Melilea International, dengan bangga memperkenalkan kepada Anda produk makanan organik terbaik yang manfaatnya telah dirasakan oleh banyak orang.


Melilea Greenfield Organic

Melilea Greenfield Organic adalah makanan organik yang praktis, siap saji dan mampu menggantikan makanan sehari-hari. Sebagai solusi terbaik untuk hidup sehat sempurna & awet muda.

Melilea Greenfield Organic bukan obat, bukan suplemen. Bentuknya serbuk, bukan pil, bukan kapsul, bukan pula cairan.

Dapatkan 3 manfaat dahsyat sekaligus, saat Anda konsumsi Melilea Greenfield Organic, yaitu:

1. Sebagai makanan pengganti (Replacement Food)

Alasan mengapa Melilea Greenfield Organic dikatakan sebagai makanan pengganti bukan obat atau suplemen adalah;

Mampu mencukupi asupan nutrisi & energi yang diperlukan tubuh. Mengandung beras merah, gandum, jagung, & barley sebagai sumber karbohidrat. Ada sayur mayur sebagai sumber zat besi dan mineral, tambahan vitamin alami dari buah-buahan, protein nabati dan diperkaya dengan rempah-rempah pilihan serta kandungan serat yang sangat tinggi.
Tidak ada dosis. Kapanpun dan dimanapun, konsumsilah Melilea Greenfield Organic. Baik untuk sarapan, makan siang, makan malam, untuk berbuka puasa, sahur, makanan saat menunaikan ibadah umrah atau haji, dll.

Dapat dikonsumsi oleh semua lapisan usia dan kondisi. Dari bayi usia 6 bulan hingga manula. Sangat bagus juga dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, sebagai nutrisi terbaik untuk si ibu dan bayinya.

2. Sebagai pembersih racun di tubuh / detoksifikasi

Konsumsi di 14 hari pertama, untuk pengeluaran toksin di pencernaan sebagai sistem pertahanan tubuh pertama manusia. Keluar berupa feses saat BAB.

Dengan konsumsi Melilea Greenfield Organic secara rutin minimal 3 x sehari, maka 3 s.d 14 hari saja, toksin akan didorong keluar bersamaan dengan kotoran saat BAB.


Gambar di atas merupakan jenis toksin yang mungkin saja sudah terjebak bertahun-tahun di dalam usus kita. Keluar dengan menggumpal, saat disiram tidak hancur, dan mengapung. Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa toksin ini berbeda dengan kotoran manusia pada umumnya yaitu biasanya tidak hancur dan tidak langsung masuk ke kloset saat disiram. Baunya, bisa jadi lebih bau dari kotoran biasa.

Konsumsi di 30 hari pertama, untuk pengeluaran racun pada sistem penyaringan sebagai sistem pertahanan tubuh ke 2 manusia yaitu liver, ginjal, rahim, kulit. Keluar bisa berupa keringat, air seni, muntah, atau darah haid yang banyak.

Konsumsilah Melilea Greenfield Organic, hingga nutrisi yang terkandung di dalamnya masuk dan memberikan imunitas sel pada organ-organ tubuh penyaringan. Selama ± 30 hari, Anda akan berasa lebih fit, karena organ liver mulai berfungsi dengan baik, termasuk kulit wajah, akan tampak lebih sehat, bersih berseri. Untuk membuktikannya, fotolah wajah Anda sebelum konsumsi, kemudian bandingkan setelah konsumsi selama 1 bulan.

Konsumsi selama 90 s.d 120 hari, untuk pengeluaran racun di seluruh tubuh termasuk sistem endokrin, serta meregenerasi secara sempurna trilyunan sel di seluruh tubuh kita. Sehingga dengan sel yang sehat, akan terbentuklah jaringan tubuh yang sehat, kemudian terbentuk pula organ tubuh yang sehat, termasuk sistem endokrin.

3. Sebagai penyembuhan alami / naturopaty

Secara otomatis, ketika sudah terbentuk jaringan tubuh yang sehat, organ tubuh yang sehat, serta sistem endokrin yang sudah berfungsi dengan baik, maka hasilnya bisa jadi Andapun akan takjub, bahwa Melilea Greenfield Organic akan menjadi makanan yang mampu menjadi obat terbaik bagi tubuh. Secara alami, perlahan tapi pasti, Anda akan bertransformasi menjadi lebih sehat dan terlihat lebih muda. Inilah yang kami sebut transformasi.

Untuk memastikan bahwa makanan ini benar-benar sehat, bernutrisi tinggi serta aman, maka pola pertanian organik adalah sangat penting. Pola pertanian bahan-bahan yang ada pada Melilea Greenfield Organic adalah tertinggi pada tingkatan pola pertanian organik, yaitu fungsional organik bintang 5 yang bisa dikatakan pola pertanian organik paling sulit di dunia pertanian saat ini. Mengapa? Karena syarat yang ditetapkan untuk masuk ke dalam kriteria ini sangatlah sulit. 

Seperti tanah yang akan dijadikan ladang, haruslah diistirahatkan terlebih dulu selama 3 tahun, dengan tujuan untuk merangsang jutaan mikroorganisme dan cacing tanah. Mikroorganisme dan cacing inilah yang menjadi penyubur tanah alami. Segala penggunaan bahan kimia seperti pestisida, herbisida, insektisida, dan lain-lain adalah dilarang keras. Bahkan jarak ladang dengan sumber polusi haruslah sejauh sekitar 30 km. Semua kendaraan yang keluar masuk ke dalam ladang tersebut harus menggunakan metanol yang diambil dari ekstrak buah-buahan (bukan bensin) serta kecepatan jalannya kendaraan tersebut tidak boleh melampaui 8 km/jam. Sesuai penelitian, kecepatan kendaraan lebih dari 8 km/jam, karet dari ban jika bergesekan dengan tanah apalagi aspal, maka dari karet itu sendiri akan mengeluarkan partikel kimia berbahaya bagi kesehatan.

Sebagai penyempurnaan hasil pertanian, seluruh unsur tanah, udara, iklim, arah angin, garis lintang dan bujur, ketinggian hingga air, haruslah diperhitungkan dengan matang dan serius, agar semua unsur ini menjadi bagian yang mendukung maksimalnya kandungan nutrisi di dalam setiap buah maupun sayuran yang ditanam.

Metode tersebut, barulah dapat menghasilkan hasil pertanian dengan kategori FUNGSIONAL ORGANIK.

Apa itu fungsional organik? Fungsional organik adalah hasil pertanian organik yang memiliki kandungan nutrisi di setiap sayuran dan buahnya, memiliki kandungan nutrisi puluhan kali lipat dibandingkan hasil pertanian organik biasa, dan ratusan kali lipat dibandingkan hasil pertanian biasa yang bukan organik.
Untuk menjaga kondisi nutrisi setiap bahan dari hasil pertanian organik, maka proses pembentukan menjadi serbuk, tidaklah menggunakan satu metode saja, melainkan berbagai metode berbeda. Beberapa sayur dan buah haruslah dikeringkan dengan sinar matahari, ada yang harus dikeringkan dengan suhu tinggi, namun ada juga yang harus dikeringkan dengan suhu yang sangat rendah. Tujuannya, disesuaikan dengan sifat dari senyawa nutrisi di dalam setiap buah dan sayuran. Baru kemudian diubah menjadi serbuk halus.


Untuk menjamin keamanan dari produk ini, maka Melilea Greenfield Organic telah melalui berbagai uji tes keamanan yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah negara asal produk ini, yaitu Amerika Serikat.


Walau merupakan produk yang dihasilkan di Amerika Serikat, Melilea Greenfield Organic adalah 100% halal. Hal ini dibuktikan dengan adanya sertifikat halal yang dikeluarkan oleh IFANCA (organisasi Islam pemeriksaan makanan halal di Amerika Serikat)